Jumat, 05 Februari 2010

Paradoks Blog


Perkembangan teknologi komunikasi dalam era komunikasi interaktif ditandai pada saat komunikasi person to person secara dua arah menjadi kenyataan dengan menggunakan perangkat komputer yaitu internet. Hal ini menjadi tonggak perkembangan paradigma media baru yang sangat didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi daripada media lama.

Bagi kalangan pengguna internet, siapa yang tak kenal blog? Pada tahun 1999, berbagai media sempat menyebut blog sebagai era kebangkitan web media, yakni era media massa baru setelah datangnya internet. Ketika media massa dikonsumsi ke tangan individu, dan masing-masing individu menjadi medianya sendiri, menjadi kebebasan informasi yang sesungguhnya. Tak hanya itu, para blogger (sebutan bagi pengguna blog) oleh keputusan pengadilan tinggi Amerika Serikat dianggap sebagai jurnalis. Melihat kemampuan yang dimiliki oleh blog tersebut, maka tak berlebihan jika menyebut blog sebagai media baru. ‘Kebaruan’ blog sebagai sebuah media antara lain adalah pada kaburnya batas antara domain publik dan privat.

Dalam blog, seseorang dapat menuliskan catatan hariannya yang berisi opini, komentar bahkan kisah pribadinya yang notabene adalah menjadi ruang privasinya. Hal ini membuat blog menjadi media personal bagi si blogger tersebut. Namun, ruang dan media personal itu memungkinkan untuk diakses oleh siapapun juga. Ketika ruang tersebut terbuka untuk umum, otomatis ruang tersebut menjadi milik publik. Pada titik inilah batas antara ruang privat dan publik menjadi kabur. Untuk itu, seperti juga web atau media internet, sulit untuk menyebut blog sebagai media massa. Martin Ryder menuliskan bahwa “...the web is a mass medium. But unlike other mass media such as television, radio, film, and print publishing, this medium appears to be open to mass producers as well as mass consumers”.

Jumlah blog di Indonesia yang terus bertambah tiap detiknya, menjadikan sebuah fenomena yang sangat lazim dalam perkembangan teknologi komunikasi. Tantangan untuk blogger adalah bagaimana isi dari blog tersebet outstanding. Sebuah tuntutan karakter, proses identitas diri dan kreatifitas yang tinggi untuk menyampaikan sebuah pesan yang layak dinikmati. Kalangan blogger menganggap identitas tersebut perlu, mereka mementingkan identitas seseorang sebelum mau menerima argumen atau komentar yang diutarakan, apalagi di Indonesia yang masih kental budaya figur atau tokoh, pendapat itu dari siapa, apakah seorang yang terkenal atau orang biasa pasti mempengaruhi penafsirannya. Kadangkala sepatah kata dari seorang tokoh terkenal bisa menimbulkan polemik yang berkepanjangan di masyarakat, berbeda dengan komentar yang berasal dari orang biasa yang lewat begitu saja. Banyak juga orang yang menjadikan identitas yang tidak jelas sebagai senjata andalan untuk mengelak dari kelemahan sehingga sering terjadi masalah yang menyerempet personalitas.

Penggunaan dan penerimaan blog di Indonesia ini pun sangat apresiatif, melihat Pesta Blogger 2008 kembali di gelar di Jakarta dengan jumlah peserta yang terdaftar mencapai 1.200 orang daripada Pesta Blogger tahun sebelumnya dengan peserta hanya 500 orang. Melihat perkembangan statistik dari ajang Pesta Blogger tersebut, menjadi blogger adalah hak semua orang. Permasalahannya yaitu bagaimana sang blogger mendesain isi blog mencerminkan bangsa Indonesia yang madani. Adanya peristiwa fenomenal penistaan agama yang gempar diberitakan pelbagai media beberapa hari yang lalu sangat ironis di balik menjamurnya blogger di Indonesia.

Daniel Chandler, dalam bukunya The Construction of Identity in the Personal Homepages of Adolescents (1998) menjelaskan bahwa tujuan utama dari sebuah blog adalah self presentation. Self presentation merupakan perilaku yang umum dilakukan oleh individu, terutama oleh remaja. Setiap individu membutuhkan ruang untuk mengekspresikan dirinya. Personal homepage atau blog memberikan kesempatan dan kebebasan pada individu untuk melakukan itu. Hambatan yang mungkin saja ada dalam kehidupan nyata, seperti hambatan psikologis, hambatan ruang atau hambatan teknis tak lagi ditemui dalam dunia virtual.

Blog tidak hanya berupa sebuah situs pribadi, namun dapat juga dilihat sebagai sebuah refleksi konstruksi identitas si pembuatnya. Dengan membuat halaman-halaman tertentu seorang penulis web memiliki kesempatan sepenuhnya untuk mempresentasikan dirinya sesuai yang ia inginkan. Lingkungan virtual dalam internet memberikan ruang untuk itu. Untuk memahami blogger adalah hak semua orang, ada dua pendekatan untuk memahami fungsi dari teknologi komunikasi yaitu Technological Determinism dan Social Determinism.

Pertama, technological determinist melihat bahwa aspek-aspek sosial, kultural, politik dan ekonomi dalam kehidupan kita ditentukan oleh teknologi. Teknologi baru akan membentuk masyarakat. Asumsi yang mendasari pendekatan tersebut adalah bahwa menurut mereka, teknologi adalah independen, aktif dan menentukan, sedangkan kultur adalah pasif dan reaktif, sehingga perubahan teknologi yang terjadi adalah sesuatu yang otonom dan berada di luar masyarakat. Teknologi mampu mengontrol perilaku manusia dan kontrol ini akan terus berlangsung.

Kedua, social determinism berlawanan dengan pandangan technological determinist, justru melihat kekuatan faktor sosio-ekonomi. Teknologi adalah salah satu dari sekian banyak kekuatan yang dipengaruhi dan akan mempengaruhi perkembangan sosial, ekonomi dan kultural. Social constructivism of technology adalah sebuah pendekatan lain yang juga menjadi oposisi dari technological determinism (Kitchin, 1998 : 57). Menurut pendekatan ini, teknologi adalah sebuah konstruksi sosial, antara teknologi dan masyarakat tak dapat dipisahkan tapi saling berkaitan satu sama lain. Sebagai sebuah konstruksi sosial, teknologi komunikasi dihubungkan dan dipahami melalui kultur sebagai proses sosial. Teknologi komunikasi adalah sebuah artefak sosial yang diantarai oleh interaksi sosial yang berkelanjutan dan merupakan produk dari mediasi sosial. Sedikit berbeda dengan pendekatan social determinism, pendekatan ini lebih memfokuskan pada level mikro. Pendekatan ini juga menolak anggapan para social determinist yang menyebutkan bahwa kekuatan politik ekonomi dan struktur kapitalisme yang akan menentukan perkembangan teknologi.

Melalui pendekatan yang digunakan oleh blogger inilah untuk memaksimalkan peran blog dalam kehidupan masyarakat madani. Bukankah warga negara Indonesia yang baik dan benar mempunyai hak dan kewajiban masing-masing dalam hidupnya?


0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Blogroll

    About